Selasa, 23 September 2014 | 22.23 CLT
semafdicairo.org, Kairo — Senin (22/9/2014), mahasiswa Mesir kedatangan tamu dari delegasi DPR RI. Bapak Ir. Muhammad Nadjib, M.Sc. anggota DPR RI komisi satu dari PAN mengajak mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir untuk mensyukuri jalannya proses demokrasi di Indonesia pasca bergulirnya reformasi 1998. “Setelah reformasi, demokrasi kita patut disyukuri, seringkali kita lupa akan prestasi, sepuluh tahun stabilitas politik kita mantab,” kata Muhammad Najib dalam pertemuan dialogis dengan mahasiswa RI di Pesanggrahan KPMJB (Kekeluargaan Peguyuban Mahasiswa Jawa Barat) Kairo, Senin (22/9) malam.
Menurut Najib jangan sampai di kemudian hari nanti ada parlemen jalanan yang merusak tatanan bangunan pemerintahan yang sudah lama dibangun bersama. “Jangan ada penurunan presiden di tengah jalan, jangan merusak bangunan yang sudah lama kita bangun,” ucapnya.
Anggota DPR RI dari PAN itu mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa dari segi penegakan HAM kita jauh lebih baik dari Amerika, “jika anda lihat pemutaran film di Chicago atau kota-kota lain di Amerika itu kan yang baik-baik saja, ternyata di sana masih banyak orang kulit hitam yang didiskriminatif, dalam HAM kita lebih maju dari Amerika.”
Hadir pula dalam dialog ini bapak Drs. Ramadhan Pohan, MIS anggota DPR RI dan juga wakil sekjen partai demokrat. Dalam paparan yang disampaikannya ia ungkapkan bahwa dalam dunia politik pencitraan itu mahal, “meritokrasi seperti yang disampaikan pak Najib tadi, dan pencitraan itu mahal,” katanya.
Ia juga mengingatkan dalam partai politik profesionalitas sangatlah penting, kata kuncinya adalah kompetensi, “kompetensi menjadi kata kuncinya”.
Anggota DPR RI dari partai democrat tidak lupa member pujian kepada para mahasiswa RI yang ada di Mesir, bahwa mereka sangatlah beruntung, “kalian sangat beruntung, ilmu anda harus bisa diterapkan,” ungkapnya.
Di akhir dialog Dr. Fahmi Luqman Atase Pendidikan KBRI Kairo selaku pemandu dialog, berharap supaya para mahasiswa bisa mengambil pesan-pesan inspiratif yang bisa dikembangkan dikemudian hari.
Hadir juga dalam cara ini Bapak Harikartama dan Sofwan yang juga anggota DPR RI, juga ikut meliput acara dialog ini wartawan dari TV One mbak Bilqis dan mas Supriadi, mbak Anita wartawan kompas, dan mas Ramdan wartawan detik.com.
Reported by : SEMA-FDI reporters.
![]() |
| Bapak Ir. Muhammad Nadjib, M.Sc. (Kanan) dalam acara Dialog Mahasiswa Indonesia di Mesir, Senin, (22/9/2014). |
Menurut Najib jangan sampai di kemudian hari nanti ada parlemen jalanan yang merusak tatanan bangunan pemerintahan yang sudah lama dibangun bersama. “Jangan ada penurunan presiden di tengah jalan, jangan merusak bangunan yang sudah lama kita bangun,” ucapnya.
Anggota DPR RI dari PAN itu mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa dari segi penegakan HAM kita jauh lebih baik dari Amerika, “jika anda lihat pemutaran film di Chicago atau kota-kota lain di Amerika itu kan yang baik-baik saja, ternyata di sana masih banyak orang kulit hitam yang didiskriminatif, dalam HAM kita lebih maju dari Amerika.”
Hadir pula dalam dialog ini bapak Drs. Ramadhan Pohan, MIS anggota DPR RI dan juga wakil sekjen partai demokrat. Dalam paparan yang disampaikannya ia ungkapkan bahwa dalam dunia politik pencitraan itu mahal, “meritokrasi seperti yang disampaikan pak Najib tadi, dan pencitraan itu mahal,” katanya.
Ia juga mengingatkan dalam partai politik profesionalitas sangatlah penting, kata kuncinya adalah kompetensi, “kompetensi menjadi kata kuncinya”.
Anggota DPR RI dari partai democrat tidak lupa member pujian kepada para mahasiswa RI yang ada di Mesir, bahwa mereka sangatlah beruntung, “kalian sangat beruntung, ilmu anda harus bisa diterapkan,” ungkapnya.
Di akhir dialog Dr. Fahmi Luqman Atase Pendidikan KBRI Kairo selaku pemandu dialog, berharap supaya para mahasiswa bisa mengambil pesan-pesan inspiratif yang bisa dikembangkan dikemudian hari.
Hadir juga dalam cara ini Bapak Harikartama dan Sofwan yang juga anggota DPR RI, juga ikut meliput acara dialog ini wartawan dari TV One mbak Bilqis dan mas Supriadi, mbak Anita wartawan kompas, dan mas Ramdan wartawan detik.com.
Reported by : SEMA-FDI reporters.








Posting Komentar