SEMA-FDI - SEMA-Ushuluddin Universitas Al-Azhar bekerja sama dengan
KSW (Kelompok Studi Walisongo) dan Misykati (Majelis Intensif Studi
Yurisprudensi dan Kajian Pengetahuan Islam) mengadakan bincang santai tesis dan
sharing pengalaman pasca sarjana Universitas Al-Azhar Mesir. Acara
bincang santai dengan empat pembicara kunci ini berlangsung di Auditorium Griya
Jawa Tengah KSW Mesir, Sabtu (11/10/2014).
Acara bincang santai dan sharing ini dapat menjadi wadah
berbagi pengalaman dan ‘ibrah dalam menapaki tangga S2 di Universitas
Al-Azhar Mesir. Demikian disampaikan Muhammad Shun Fan Ulum Fiy Ketua Senat
Mahasiswa Indonesia Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir, di
Auditorium Griya Jawa Tengah KSW Kairo-Mesir.
"Acara ini adalah forum santai, wadah untuk berbagi
pengalaman, jadi bagaimana yang Lc untuk bisa mencapai tangga S2,"
tuturnya.
Pria yang akrab dengan panggilan Shun Fan Ulum itu juga mengucapkan
banyak termakasih kepada pembicara kunci dan para hadirin semua yang datang di
acara bincang santai di Auditorium Griya Jateng itu.
Selain itu Presiden PPMI Agususanto Cahirul Anwar dalam sambutannya
mengungkapkan bahwa Indonesia sekarang ini dari segi jumlah, terbanyak yang
menempuh jenjang pendidikan S2 dan S3.
"Indonesia terbanyak berada di S2 dan S3," imbuhnya.
Agususanto menceritakan bahwa dalam kumpul bersama ittahad
thalabah wafidin di Mesir, status pendidikan pimpinan atau ketua persatuan thalabah
dari berbagai belahan negara di dunia antara lain negara-negara Asia Tenggara, Amerika,
Belanda, Rusia, dan lain sebagainya, rata-rata mereka yang sedang menempuh
studi S2 bahkan S3. Sedangkan Indonesia kepemimpinan ittihad thalabah
didominasi oleh mahasiswa S1. Ini menunjukkan bahwa para mahasiswa S1 Indonesia
di Mesir ingin memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk full study kepada
teman-teman yang sedang menempuh program master dan doktoral.
Presiden PPMI Mesir itu juga meyampaikan bahwa proses regenerasi
dan dinamika Masisir akan berjalan lancar. Ia mengingatkan kemarin ratusan
mahasiswa diwisuda dan akan kembali ke tanah air. Di sisi lain berdatangan
ratusan calon mahasiswa baru yang akan menjadi tonggak Masisir di kemudian
hari.
Agususanto mengakui bahwa dengan digelarnya acara bincang tesis dan
sharing pengalaman ini akan membuka cakralawa kita sebagai kaum civitas
akademika.
“Beliau-beliau yang menjadi pembicara nanti adalah orang-orang yang
kesabarannya sudah teruji dan keluasan ilmunya
sudah memadai. Dan ini akan
membuka cakrawala kita,” pungkasnya.
Selaku moderator acara ini adalah saudara Novan Heriyansyah. Adapun
pembicara dalam bincang-bincang ini adalah sebagai berikut : Pemcara pertama
Bapak Jamaluddin Junaidi, MA dengan judul tesisnya "Tarjihat Ibn 'Adil fii tafsirihi
al-Lubbab fii ‘ulumul Kitab min Awwal Kitab Illa surah al-Baqarah Jama' wa
Dirasah wa Ta'liq." Pembicara kedua Bapak M. Wachid Ramadhan, MA
dengan judul tesisnya " Tarjihat Ibn 'Adil fii tafsirihi al-Lubbab fii
'ulumul Kitab min Awwal Surah Yunus Illa Akhir Surah al-an-Nahl Dirasah wa
Jam'." Pembicara ketiga M. Zaenul Abidin dengan judul tesisnya " Taudhih Fathir Rauuf al-Mujiib bi
Syarh Anmudzajil Labiib fii Khashaaish al-Habiib." Pembicara keempat
Ulyadi Yesmar dengan judul tesisnya “Kitab Faidh al-Qadiir bi Syarkh al-Jami'
ash-Shaghir lil'aLamah al-Muhaddits Syamsuddin Muhammad al-Mad'u bi'abdi
ar-Rauf al-Manawi asy-Syafi'i min Hadits Raqm (6823) illa Hadits Raqm (7181).”
Acara ini juga dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden PPMI,
ketua-ketua kekeluargaan dan ketua-ketua Senat Mahasiswa dari berbagai fakultas
yang ada di Universitas Al-Azhar Mesir, beserta para tamu undangan dari
berbagai lapisan Masisir. Acara bincang-bincang yang dimoderatori oleh Mas
Novan itu berjalan dengan lancar. Al-hamdulillah
…
Reported by : SEMA-FDI reporters.







Posting Komentar