Kamis, 27 November 2014 14:00 CLT
sema-fdi.blogspot.com, Kairo — Ketua Dewan Pengawas Kegiatan SEMA-FDI Deden Dilalan menilai, kodifikasi syair-syair arab belum dikenal di masa jahiliyah. Dia meragukan keotentikan secara pasti siapa dan kapan syair-syair arab jahili itu mulai bermunculan. Deden menjadi mentor kegiatan belbar (belajar bareng) ilmu adab jahili dan islami yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo periode 2014-2015.
“Pemunculan kehidupan sastra arab pada masa jahili, belum di ketahaui secara pasti kapan dan siapa pelopor sastra pada masa itu. Hanya saja para ahli memprediksikan, bahwasanya syair lahir sekitar 150 atau 200 tahun sebelum islam, mengingat tidak di ketemukannya manuskrip atau catatan sejarah yang valid,” ujar Deden, di Daar al-Wasilah, Nasr City, Kairo, Kamis (27/11/2014) siang.
Pemaknaan jahili, kata Deden, tidaklah berarti bodoh. Melainkan mempunyai arti tidak bijaksana atau pemarah. Dan sifat ini, jelas berbeda dengan islam, yang mempunyai makna taat, tunduk, dan berserah diri kepada Allah SWT.
“Sekilas tentang pemaknaan jahili, kata jahili sendiri bukan antonim dari ilmu atau bodoh, akan tetapi jahili di sini antonim dari kata hilmu (lemah lembut). Jadi jahili itu keras kepala, tidak bijkasana atau pemarah . Sudah tentu sifat ini bertolak belakang dengan islam yang bermakna taat, tunduk, dan berserah diri,” kata Deden.
Menurut Deden berbicara kesusastraan jahili, para ilmuan sastra akan disajikan syair-syair mu'allaq. Dimana para pemerhati sastra bersilang pendapat tentang makna dan jumlah penyair mu'alaq itu sendiri.
"Ketika membicarakan kesusastran jahili kita akan disuguhkan pada beberapa hal, antara lain, mu’alaq. Para pemerhati sastra masih silang pendapat tentang makna dan jumlah penyair mu'alaq itu sendiri. Diantaranya Ibn Rasiq, Ibn Abd Robih, Umru Qais, Zubair, dan lain-lain,” ujar Ketua Dewan Pengawas Kegiatan SEMA-FDI.
Kegiatan belbar ini berakhir pukul 16:54 CLT. Kemudian langsung sholat magrib berjamaah. Yang menjadi imam sholat magrib Amiruddin Ishaq ketua kelas SEMA-FDI tingkat satu. Selesai sholat, dilanjutkan foto bareng dengan Deden Dilalan selaku mentor belbar.
![]() |
| Gambar 2. Suasana saat belbar ilmu adab di Dar al-Wasilah, Nasr City, Kairo, Kamis (27/11/2014). |
![]() |
| Gambar 3. |
![]() |
| Gambar 4. |
![]() |
| Gambar 5. |
![]() |
| Gambar 6. |
![]() |
| Gambar 7. |
![]() |
| Gambar 8. |
Reported by : SEMA-FDI reporters















Posting Komentar