![]() |
| Dr. Fathi Sa'id saat mengisi pengajian ilmiah dan talaqi di Auditorium DAHA KMJ, Nasr City, Kairo, Kamis, (26/3/2015) sore. |
semafdicairo.org,
Kairo — Ulama Dar Al-Iftaa Mesir yang juga alumnus Universitas Al-Azhar
Fakultas Dirasat Islamiyah wal ‘Araabiyah (FDI), Dr. Fathi Sa'id, menilai
hadirnya pihak-pihak yang berpandangan sempit dalam menyikapi bid'ah, akan
membuat kondisi umat jadi terbelakang, dan menambah perpecahan dalam tubuh Islam.
“Orang
yang berpandangan sempit soal bid’ah, merekalah penyebab keterbelakangan umat,” kata
Dr. Fathi Sa'id -dengan nama panjangnya Fathi Sa'id Umar Ahmad Khalil
al-Hujairi al-Maliki al-Asy'ari al-Syadzili al-Azhari, saat mengisi pengajian
ilmiah dan talaqi bertempat di Auditorium DAHA Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ),
Nasr City, Kairo, Kamis (26/3/2015) sore.
Bahkan
selama ini, diakui Dr. Fathi Sa'id, sejak mulai berdirinya Al-Azhar sebagai
pusat utama pendidikan Islam di dunia sudah mengamini adanya teori klasifikasi dalam
masalah bid'ah. Hal itu ia tegaskan, menanggapi adanya sejumlah pihak yang
tidak menerima teori klasifikasi tersebut,
baik itu bid'ah yang bersifat syar'i atau lughawi, mahmudah atau madzmumah,
maupun permasalahan apakah bid'ah itu hal yang wajib atau haram.
“Sejak
awal berdirinya, Al-Azhar sudah menyatakan ada klasifikasi dalam masalah
bid'ah,” katanya dengan tegas.
Sementara
itu, melihat mahasiswa Al-Azhar akan menghadapi ujian di termin dua. Dr. fathi
Sa’id mengamanahkan untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh. Sehingga mahasiswa
Indonesia yang belajar di Al-Azhar ketika pulang ke kampung halamannya nanti, mereka
mampu berkontribusi dan membawa banyak manfaat bagi diri mereka sendiri,
keluarga, dan negara Indonesia. Tentunya dengan menjajakan agama Islam sesuai
pemahaman kewasathiyahan Al-Azhar.
“Saya
wasiatkan pada anda sekalian untuk terus belajar, sehingga ketika pulang nanti,
anda dapat memberikan manfaat bagi diri anda sendiri, keluarga dan juga
Indonesia. Pahamilah agama anda dengan kewasathiyahan Al-Azhar,” pungkasnya.
Reported by : SEMA-FDI reporters.

Posting Komentar