semafdicairo.org, Kairo — Deputi Al-Azhar Prof. Dr. Abbas Abdullah Syauman menjadi pembica pada acara seminar bertema "Tantangan Masa Depan Al-Azhar" sebagai tanda penutupan kegiatan musim budaya di kampus FDI.
Ketika bertandang ke kampus FDI dan bertemu dengan staf pengajar dan anak didiknya, kata Syauman, ia merasa, seperti berada di rumah sendiri dan bertemu dengan sanak saudaranya. Syauman juga menilai, seminar penutup kegiatan musim budaya kampus FDI ini sebagai pelengkap kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya.
“Ketika saya datang ke fakultas ini, seperti saya pergi ke rumah saya sendiri, dan bertemu dengan keluargaku. Dan saya harap hari ini menjadi hari pelengkap,” katanya saat mengisi seminar di Auditorium dan Ruang Seminar Prof. Dr. Fuad Ali Mukhaimar, Fakultas Dirasat Islamiyah Wal 'Arabiyah (FDI) Putra, Universitas Al-Azhar Kairo, Rabu, (22/4/2015) siang.
Ia memandang Al-Azhar sebagai institusi keagamaan berupaya mengoptimalkan tugasnya dalam mengawal proses tajdid terhadap perkara-perkara agama, guna membentengi umat dari pemikiran-pemikiran ekstrem dan ngawur dalam beragama. Oleh sebab itu, ia mengajak pemuda dan ulama Al-Azhar untuk fokus pada perkara tajdid yang sangat mendesak saat ini.
“Tajdid perkara yang sangat penting, Al-Azhar sudah berusia berabad-abad lamanya, kita percaya tajdid dengan kekhususan ilmu yang benar-benar kokoh,” ujar Syauman.
Deputi Al-Azhar itu juga menyayangkan pihak-pihak yang menyerang Syeikh Azhar dengan menyebar luaskan berita pengundurannya dari posisi Grand Syeikh. Menurutnya, Syeikh Azhar masih bertugas dan memimpin Al-Azhar, dan dengan kepemimpinannya tersebut, publik bisa melihat dengan jeli aneka keberhasilan yang telah dicapai Al-Azhar.
“Syeikh Azhar masih berada di kantornya, kok bisa mengundurkan diri, mengundurkan diri itu kalau ia gagal atau karena sebab sakit, dan keberhasilan terlihat dimana-mana,” tuturnya.
Syauman bahkan menceritakan, belum lama ini ada kelompok laki-laki dan perempuan beragama Kristen mendatangi kantor Al-Azhar, dan malah bukan ke kantor Gereja. Meraka meminta supaya Al-Azhar ikut campur tangan menangani konflik di antara mereka. Ini bagian dari keberhasilan Al-Azhar.
Di akhir seminarnya, Syauman mengajak pemuda-pemuda Al-Azhar untuk memandang mulia Al-Azhar dan memulai bekerja keras untuk membangun dan bukan malah membuat kerusakan.
“Pandanglah mulia Al-Azhar kalian, sesungguhnya pemuda itu membangun dan bukan malah merusak,” pungkasnya.
Reported by : SEMA-FDI reporters.








Posting Komentar