Selamat Datang di Portal Sema-FDI Kairo

Di Langit Pertama

    (oleh : Zis al-Hakim)


Hasrat sederhana dalam wajah ria buana
Melahirkan sajak tafakkur seuasai tersungkur di hadapan Pemilk dunia.
Sampai pada klimaks hasrat, durjana berbisik pelan menghujat 
“bodoh! tak usah di fikir, kau telah ku beri lebel durhaka. ”
Hatiku sibuk mengusik alpa yang perlahan meremuk khusuk.
Sedang lisan menarikan doa-doa. bersama bayang-bayang sajak :
“Aku rela atau bahkan tak mencicipi surga
Jika kau tak mendekap yang dinamakan bahagia”..
Akhirnya ku beranikan diri mengangkat wajah ke langit terbawah.
Semakin keras, menghentak dan mengetuk pintu-pintunya.
Sembari melontar celoteh-celoteh cinta.
Berharap di perhatikan malaikat. Lalu di sampaikan pada Tuhan.
            “Tuhan, maafkan dosa hamba, kedua orang tua hamba .
            Sayangi mereka melebihi sayang yang mereka curah semasa
            Kecil hamba”
Kali ini benar-benar ku jajah penduduk langit dengan
 celoteh-celoteh cinta, memanfaatkan janji Tuhan.
Ketika benar-benar di langit pertama bertahta.
*          *          *         
Hasrat sederhana, selepas cerita yang teramat
membuncahkan. Buram untuk di kenang.
Batasan “ah “ dari Tuhan sepertinya telah kulanggar.
Aku adalah hamba jalang yang melebihi kejalangan dalam puisi khairil anwar.
                        *          *          *         
Di langit pertama,
Lalu aku kembali tersungkur dalam rangka syukur
Membuka seluruh rindu,keluh, kesah, cerita dan cinta
Sampai netraku nanar dalam linangan mesra.
            “aku rela atau bahkan tak mencicipi bahagia
            Jika mereka tak mendapatkan surga”
Sajak itu menjadi  Epilog doa di langit pertama.
Ketika hanya ada dua aktor utama :
Aku dan pemilik dunia.
Dan air mata itu, aku namakan cinta.

(kairo, 3 Februari 2015)
Bagikan Postingan Ini :

Posting Komentar

PAPAN PENGUMUMAN

Popular Post

Facebook Kita

 
Support : KBRI Kairo | Atdik Kairo | PPMI Mesir
Copyright © 2015. SEMA-FDI Universitas Al-Azhar, Mesir - All Rights Reserved