Senin, 3 Oktober 2016 | 01:05
CLT
semafdicairo.org,
Kairo — Rumusnya adalah pemuda dan mahasiswa di manapun ia berada, selalu
menjadi aktor penting dalam perubahan masa depan bangsa. Posisinya yang sangat
strategis membuat mereka menjadi penentu masa depan suatu bangsa, hingga ada
ungkapan arab berbunyi syabaabul yaum, rijaalul ghadd. Yang artinya, pemuda
hari ini (adalah) pemimpin di masa depan.
Dari
situlah, harapan dan masa depan bangsa diletakkan di pundak para pemuda dan
mahasiswa. Meraka adalah agen dalam setiap perubahan. Perubahan menuju masa
depan Indonesia yang berkemajuan. Atau sebagai mana tertera dalam alinea ke-4 pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945. Yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Sebanyak
dua belas anggota FDI dilantik menjadi Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo
oleh Presiden PPMI Mesir Ahmad Baihaqi Maskum di Pasanggrahan Keluarga
Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), Nasr City, Kairo, Ahad (2/10/2016)
sore.
Dalam
kata sambutannya, Ahmad Baihaqi berharap agar pengurus baru senat FDI yang diketuai oleh Robby Abdul Jabbar, tetap
diberi kekuatan oleh Tuhan yang Maha Esa dalam mengurus program-program senat
di masa mendatang. Bahkan ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan masalah
jabatan atau kedudukan. Melainkan masalah tanggungjawab kolektif secara
bersama-sama.
"Mudah-mudahan
teman-teman semuanya diberi kekuatan, karena
dalam memimpin bukan hanya masalah itu adalah jabatan atau tidak, tapi
itu adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.
Orang
nomer satu pemegang komando sekaligus pelaksana kebijakan di PPMI Mesir itu, mengulangi
lagi pernyataannya mengenai kepemimpinan. Baginya memimpin sebuah organisasi
bukanlah sebuah beban yang harus ditakuti. Ia bahkan merekomendasikan kepada
seluruh pengurus baru senat FDI untuk bersemangat menjalani kehidupan
beroganisasi. Karena menurutnya, ada hal-hal yang tidak ditemuai oleh
orang-orang yang hanya tidur dan berdiam diri.
"Sekali
lagi memimpin bukan sebuah beban, jalani dan arungi semuanya, karena ada
cerita-cerita yang tidak didapat orang-orang yang hanya tidur," terang
Mantan Ketua DKKM Periode 2014-2016 itu.
Lebih
lanjut Presiden PPMI Mesir juga menjelaskan kriteria organisatoris yang harus
mengerti tentang arti kehidupan. Menurutnya seorang organisatoris bukan hanya
mempelajari dirinya bagaimana dia sukses, tapi mempelajari bagaimana orang lain
bisa paham dan mengerti apa yang menjadi maksud dan tujuannya.
"Orang
organisatoris adalah orang yang mengerti tentang arti kehidupan. Dia bukan
hanya mempelajari dirinya bagaimana dia sukses, tapi mempelajari bagaimana
orang lain bisa paham, merasakan apa yang dia inginkan, menyampaikan apa yang
menjadi maksud dan tujuan dia. Itu adalah tugas seorang organisatoris. Dan itu
tidak bisa dipelajari di bangku sekolah," papar Baihaqi.
Tak lupa, Ahmad Baihaqi mengingatkan
gerakan pembaharuan generasi muda harus dibarengi dengan perjuangan yang berat,
bukan dengan tidur nyenyak dan ongkang-ongkang kaki.
"Menjadi orang-orang yang bisa
melakukan pembaharuan, Karena pembaharuan tidak dimulai dengan kita tidur
nyeyak, kemudian ongkang-ongkang kaki. Tapi dengan air mata, kesedihan,
kesepihan, keheningan dan perjuangan yang berat," pungkas Baihaqi.
Reported by : SEMA-FDI reporters.








Posting Komentar