Selamat Datang di Portal Sema-FDI Kairo

BAIT ZAKAT KUWAIT MENGADAKAN " TAKRIM MUTAFAWWIQIN "


semafdicairo.org, Kairo — Yayasan sosial Bait Zakat Kuwait atau yang akrab ditelinga masisir dengan sebutan "BEZET" menggelar acara tahunan Takrim Mutafawwiqin yang diselenggaraka di gedung ACC, Kairo, Selasa (22/11/2016) siang.


Acara yang dihadiri oleh Rektor universitas Al - Azhar Dr. Ibrahim Hud hud, Deputi Grand Syaikh Dr. 'Abbas Syauman, Wazir Auqof Dr. Mukhtar Jum'ah dan beberapa petinggi penting Bait Zakat ini dimulai tepat setelah salat zuhur dan berlangsung sekitar dua jam.



Dalam sambutan, pembawa acara menegaskan bahwasanya sampai saat ini Bait Zakat Kuwait sudah membiayai sekitar 2050 pelajar Al-Azhar yang terdiri dari mahasiswa strata satu, magister ataupun doktoral. " ..mahasiswa Al-Azhar harus rajin menghadiri muhadharah kuliah yang tentunya diisi oleh para duktur yang sudah belasan tahun mengajar, sehingga yang mereka sampaikan kepada mahasiswa tentu saja hasil dari pengalaman panjang tersebut..." pesan Dr. Mukhtar Jum'ah kepada hadirin.

Dalam pesannya, beliau juga mengutip beberapai bait syair, salah satunya adalah syair Imam Syafi'i :
ومن لم يذق مر التعلم ساعة # تجرع ذل الجهل طول حياته
وذات فتى والله بالعلم و التقى # اذا لم يكونا لا اعتبار لذاته

Deputi Grand Syaikh Dr. Abbas Syauman juga memberikan sambutan, usai berterimakasih kepada Bait Zakat Kuwait atas andil yayasan ini dalam membantu abnaa Al-Azhar, beliau menceritakan bagaimana upaya Al-Imam Al-Akbar Dr. Ahmad Thayyib -hafizhahullah- dalam mengenalkan islam moderat yang jarang diketahui orang-orang barat, sampai-sampai ada seorang anggota parlemen Jerman mengatakan kepada beliau "anda telah mengenalkan kami islam yang sama sekali belum pernah kami dengar sebelumnya ".

Dr. Abbas Syauman juga menjelaskan upaya Al-Azhar dalam menjaga pelajarnya untuk selalu bermanhaj Azhary, salah satunya adalah dengan melarang siapapun dari wafidin untuk belajar di luar Kairo yang ditakutkan akan bergabung dengan golongan-golongan yang tidak selaras dengan manhaj Al-Azhar, "Kalian diberi dua pilihan, kembalilah ke Kairo dan belajar dengan ulama Al-Azhar atau silakan pulang ke negri masing-masing.."

"Al-Azhar juga mempunyai proyek besar yang belum pernah dilakukan oleh universitas negara manapun, nantinya semua wadifidin dari penjuru dunia akan ditempatkan di satu asrama yang menampung mereka semua.." pungkasnya di akhir sambutan.

Turut hadir pula Helmy Fauzi Dubes Indonesia untuk Mesir didampingi kepala atase pendidikan Utsman Syihab yang sempat berfoto bersama mahasiswa Indonesia peraih penghargaan di akhir acara.

Reported by : YNWA
Bagikan Postingan Ini :

Posting Komentar

PAPAN PENGUMUMAN

Popular Post

Facebook Kita

 
Support : KBRI Kairo | Atdik Kairo | PPMI Mesir
Copyright © 2015. SEMA-FDI Universitas Al-Azhar, Mesir - All Rights Reserved