Selamat Datang di Portal Sema-FDI Kairo

Mengingat Hari Lahir Nabi Muhammad SAW

Oleh: Hudaili Abdul Hamid, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (Sema-FDI) 2018-2019

Menulis atau membicarakan orang yang dicintai itu selalu membahagiakan. Suka rela tanpa ada kejanggalan. Ikhlas tanpa ada paksaan. Membicarakannya bagaikan pupuk bagi tanaman, semakin banyak mengingatnya semakin tumbuh kecintaan dan kasih sayang. Adalah Muhammad SAW, yang selalu diperingati kelahirannya, dipelajari risalahnya, ditadaburi setiap perkataan dan perbuatan mulianya,dan menjadi suri tauladan bagi seluruh umat manusia.
Masjid Nabawi, Madinah


Memperingati hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW, bukan hanya sekedar seremonial biasa. Akan tetapi mengingatkan lahirnya manusia mulia pembawa risalah islam yang penuh perdamaian, mengubah peradaban jahiliyah menjadi peradaban yang lebih berpengetahuan dan berakhlak mulia. Bahkan memperingati hari kebangkitan umat yang dididik oleh Rasulullah, dengan dasar-dasar ilmu, moral, kehidupan yang lebih baik. Menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sejarah telah mencatat, umat muslim telah mewarnai dunia dengan berbagai kebaikan dan peradaban. Menegakkan keadilan dan memanusiakan menusia menjadi sebuah karakteristik dan kewajiban. Menjaga perdamaian dunia agar tidak terjadi kerusakan dan tumpah darah. Karena Islam adalah agama yang membawa perdamaian.

Membicarakan karakter Nabi Muhammad SAW tidak akan ada batasnya. Sangat sedikit apabila kita ingin menulisnya dalam sebuah buku, atau menjelaskan keseluruhan tentang kehidupan Rasulullah dalam sebuah pidato, seminar atau kajian. Terlebih ketika berbicara tentang semua sifat dan karateristik beliau. Apabila Anda ingin menulis keseluruhan tentang kepribadiannya, maka Anda akan menggunakan segala umur Anda hanya untuknya.

Cukup satu bukti, coba kita perhatikan sosok  Imam Muhammad Ibn Yusuf Al-Shalihi Al-Syami, ulama besar pada abad ke-10 . dalam bukunya Ensiklopedia besar beliau “Subul Al-Huda wa Al-Rasyad fi Sirah Khair Al-Ibad”, ia telah menghabiskan umurnya hanya untuk menulis ensiklopedia ini. Beliau berkata dalam mukadimah bukunya, “jika anda merenungi buku ini, niscaya anda akan mengetahui bahwa buku ini adalah hasil pencapain selama hidup saya dan simpanan usia saya”. Beliau mengatakan bahwa ia telah mengumpulkan lebih dari 300 buku sejarah untuk diteliti dan dipelajari keabsahannya, kemudian beliau tuliskan dalam ensiklopedianya.

Mungkin kita akan kaget dan bertanya, berapa halaman buku tersebut dan apa saja yang beliau bahas. Buku insiklopedia ini mempunyai jumlah halaman yang cukup besar, mencapai 9.166 halaman. Semua itu berbicara tentang riwayat hidup Rasulullah SAW. Sangat luar biasa, apabila kita mengetahui riwayat kehidupan Rasulullah, dapat meneladani sifat mulianya kemudian menebarkan ke seluruh penjuru dunia.

Di dalam buku tersebut kita akan mengetahui karakteristik sifat Rasulullah, yang akan membuat pembaca takjub seketika. Begitu mulia manusia pilihan tersebut. Berbagai karakteristik sifat beliau yang santun, jujur, amanah, cerdas dan yang lainnya, menjadikan kita sebagai pengikutnya ingin terus berusaha menjadi insan yang baik, seperti yang dicontohkan Rasulullah. Beliau merupakan sosok manusia mulia yang menjadi tokoh terfavorit dalam catatan sejarah dan seluruh alam.

Kemudian, dalam buku tersebut tercantum dalam bentuk terminologi yaitu, “As-Syamail Al-Muhammadiyah”. Merupakan jenis ilmu khusus yang membahas secara detail tentang kepribadian, sifat-sifat, akhlak, kepersonalan dan juga karakteristik beliau dalam berbagai lini kehidupan. Kita dapat mengetahui dalam buku tersebut secara terperinci, bahkan sampai dengan penampilan diri Rasulullah SAW. Diawali dengan senyumannya, warna kulitnya, kedua matanya, hidungnya, mulutnya, rambutnya, kakinya, tangannya, gaya berjalanya dan bagaimana cara pandang Rasulullah.

Semua itu dapat diketahui, apabila kita ingin membuka pikiran dan hati kita, untuk selalu belajar dan mencari keridhoan Allah SWT. Betapa bahagianya orang-orang muslim yang telah menjumpai beliau ketika hidup, suatu kebahagian yang tidak akan pernah ada gantinya. Bersahabat dengan orang telah diberi kemulian oleh Allah SWT. Tentu sambil mendengarkan perkataan indah yang menyenangkan.

Karena kita mengenal, bahwa segala ucapan yang keluar dari bibir beliau, tidak lain adalah mutiara. Dengan ucapan dan nasehatnya, semua orang bisa selamat di dunia dan akhirat.

Lalu bagaimana dengan kita yang tidak hidup sezaman dengan Rasulullah, sedangkan kita selalu merindukan dan selalu mencintai beliau. Tidak perlu khawatir, Rasulullah membekali kita semua berupa ilmu pengetahuan, peradaban islam, ajaran yang penuh kebenaran, yang semua itu tercantum dalam mukjizat besar
yaitu Al-Qur’an dan Hadist.

Marilah kita dekati para ulama, belajarlah dengannya berbagai hal, hormati ulama kita, agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Karena dengan ilmu yang bermanfaat tersebut akan membawa kita ke jalan yang lurus. Selamat di dunia akhirat, dan akhirnya dipertemukan dengan orang yang selalu kita cintai di surga nanti, bersama Rasulullah SAW. Amien.

وبالهادي توسلنا ولذنا #  وكل الأنبيا والمرسلينا
وآلهم مع الأصحاب جمعا# توسلنا وكل التابعينا
بكل طوائف الأملاك ندعو# بما في غيب ربي أجمعين
وبالعلما بأمر الله طرا#وكل الأوليا والصالحين


Bagikan Postingan Ini :

Posting Komentar

PAPAN PENGUMUMAN

Popular Post

Facebook Kita

 
Support : KBRI Kairo | Atdik Kairo | PPMI Mesir
Copyright © 2015. SEMA-FDI Universitas Al-Azhar, Mesir - All Rights Reserved