SEMA-FDI - Sebagaimana mafhum bahwa Wihdah adalah sebuah lembaga yang merupakan bagian dari PPMI, dan menjadi wadah perkumpulan pelajar putri dan mahasiswi dalam menjalankan program-program keimuan, kemahasiswaan, sosial, dan umat. Pada hari Jumat sore, 19 September 2014 Wihdah mengadakan acara Silaturahim Akbar Masisir dan Dialog Interaktif Bersama Tokoh-Tokoh di Sholah Kamil, Hay Sadis, Kairo, bertemakan ‘Peta Pengabdian Alumni Timur Tengah Di Indonesia’. Acara yang oleh sebagian kawan-kawan dinilai cukup spektakuler, cukup menakjubkan itu diawali dengan kata sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh bapak Muhlashon Jalaluddin.
Di dalam sambutannya itu pak Muhlashon lebih banyak berbicara tentang arti prestasi. Sambil menguraikan definisi prestasi, beliau juga mengingatkan kepada hadirin dan tamu undangan bahwa sebagai umat islam, prestasi tidak sebatas di dunia saja tapi justru yang lebih penting adalah pretasi di akherat kelak. Beliau katakan prestasi adalah hasil dari usaha. Jika seseorang telah berusaha semaksimal mungkin, maka apapun hasilnya sudah bisa dibilang prestasi. Seorang mahasiswa yang ia sudah belajar, sudah mengikuti perkuliahan di kampus, sudah mengikuti ujian menjawab soal, kok hasilnya masih belum juga menunjukkan keberhasilan, itu sudah dianggap prestasi dari segi bahasa. Tetapi yang jelas beliau mengaris bawahi bahwa prestasi itu bukan untuk dipertahankan tapi untuk ditingkankan dan terus ditingkatkan.
Dengan penuh gegap gempita pak Muhlashon memberikan muqaddimahnya itu. Sembari terus memberikan wejangan bahwa harapan itu sangatlah penting bagi masa depan, tetapi harus diikuti dengan perbuatan untuk mewujudkannya. Seseorang yang sedang mengukir prestasi itu lebih mudah dibangdingkan ia harus persist, bahkan akan lebih sulit kalau ia harus increase lagi. Beliau juga menambahi bahwa dalam proses mengukir prestasi, apapun itu, tidak boleh merasa puas dan berhenti, tapi harus terus ditingkatkan. Dan jika sudah berprestasi dan mencolok, jangan terus-terusan merasa bangga. Karena prestasi pada hakikatnya untuk bahan evaluasi atau muhasabah. Teruslah bekerja keras, karena kerja keras adalah kunci harapan. Tapi pak Muhlashon mengingatkan kalau berharap jangan terlalu tinggi, kalau jatuh nati lebih sakit. Disambut tawa hadirin.
Acara dilanjutkan dengan pembagian penghargaan kepada mahasiswa peraih jayyid jiddan dan mumtaz. Setelah itu hadirin dan tamu undangan diberi waktu untuk break dan menjalankan sholat magrib.
Karena para tokoh yang ditunggu kehadirannya sudah tiba di tempat. Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bertemakan ‘Peta Pengabdian Alumni Timur Tengah Di Indonesia’. Tapi sebelum dialog dimulai, ada sambutan dari presiden atau pemimpin PPMI Mesir oleh Saudara Agus. Dalam sambutannya, saudara kita itu mengungkapkan bahwa kedatangan bapak-bapak, tokoh-tokoh dari Indonesia ini akan membawa angin segar buat kami putra-putri bangsa Indonesia yang nantinya akan menapaki perjalanan masa depan bangsa. Saudara Agus juga bercerita bahwa sitem Al-Azhar tentu jauh berbeda dengan sistem yang ada di Indonesia. Kalau di Indonesia program S1 ada skripsi, disini kita tidak melihat itu. Kalau di Indonesia ada acara wisuda, di sini tidak. Diakhri sambutannya, saudara kita ini menambahi bahwa prestasi kita di sini bisa dikatankan bagus, bahkan kemarin saudari kami Rahmawati, mendapat penghargaan dari Ma'had Al-Azhar atas prestasinya sebagai pelajar terbaik peringkat ke-5 tingkat nasional di Mesir. Disambut applause para audien.
Acara selanjutnya adalah dialog, yang diberi kesempatan pertama dalam sesi pemaparan ini adalah Mas Dr. Adrial, seorang pengawai di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Isi dari paparan beliau antara lain : Kami berkerjasama dengan KBRI kairo mengadakan pameran 17 universitas Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mempromosikan universitas-universitas di Indonesia, dan acaranya masih sedang berlangsung di KBRI. Kami juga mengajak para adik-adik mahasiswa, jika punya waktu kosong untuk bisa melihat-lihat pameran yang kami adakan di KBRI kairo itu. Kami juga mencanangkan akan forum perkumpulan rector-rektor Indonesia – Mesir. Forum ini berisikan kumpulan rektor-rektor dari berbagai universitas di Indonesia dan Mesir. Tujuan dari forum ini adalah agar kerjasama dalam hal pendidikan nantinya biar lebih mudah. Program kami yang sekarang lagi naik daun adalah LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Kami siap untuk berbagi iformasi tentang itu semua, bahkan kami juga bersedia berbagi facebook dan nomer telephon yang bisa dihubungi di Indonesia. Bahkan kalau teman-teman sempat datang langsung ke kantor kami, kami siap untuk membantu, sekedar info dan pengaharannya.
Pembicara kedua adalah Dr.Masduqi dari Kemenag. Isi paparan beliau antara lain : Bahwa mobilitas anak-anak muslim Indonesia akan semakin membuncah. Dan sebagai generasi muda anak-anak muslim Indonesia harus berani untuk ikut serta menapaki mobilitas tersebut. Beliau juga memuji mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir ini. “Anda itu luar biasa, karena anda sudah melompat jauh.” Ungkap pak Masduqi. Mahasiswa itu akan mengalami siklus ruang. Dari awalnya seklolah di madrasah ibtidaiyah yang ada di kampung, terus di MTs dan MA atau pondok pesanteran yang kebanyakan juga di kampong. Baru kemudian di perguruan tinggi yang berada di kota pusat-pusat propinsi. Tapi mahasiswa yang ada di Kairo ini sudah melompat jauh. Anda akan mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak akan didapat di perguruan tinggi di Indonesia itu. Pak Masduqi tegaskan bahwa bahwa selesai Lc nanti banyak peluang yang besar, dan vertikalisme alumni jurusan agama tidak di peripheral saja nantinya, jadi ada celah yang luas. Beliau bercerita tahun delapan puluhan terjadi persaingan sarjana. Di tahun-tahun sembilan puluhan yang terjadi adalah persaingan antar alumni pasca sarjana. Dan diperkirakan tahun2020-2025 kita akan panen raya sarjana doctoral. Alumni al-azhar itu sangat dominan sekali di Indonesia, karena paham al-azhar yang moderat dan tidak ekstrim. Walaupun sekarang ada semacam persaingan antar sarjana semakin ketat di Indonesia, bahkan terjadi devaluasi intelektual, tapi anda para alumni al-azhar tidak usah gusar. Alumni azhar harus berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Banyak ruang-ruang yang harus diisi, ruang politik terbuka luas, ruang sosial-budaya juga terbuka luas. Pak Masduqi juga memaparkan akan pengertian menganggur. Nganggur itu berarti tidak punya pekerjaan atau jam kerja dan tidak punya penghasilan atau upah.
Pembicara ketiga adalah Prof.Dr. Suparno, rektor Universitas Negeri Malang. Isi papar beliau antara lain : Beliau mengapresiasi acara dialog ini, karena acara seperti ini adalah menunjukkan kultur budaya bangsa. Prof.Suparno menuturkan bahwa sebagai mahasiswa, anda harus punya spirit dan rasa percaya diri untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Beliau mengatakan : “kita tidak perlu pesimis terhadap devaluasi intelektual, seperti apa yang dipaparkan oleh pak masduqi tadi, karena kita hidup di era global.” Pak Suparno menambahkan modal utama dalam persaingan di era global adalah pengalaman. Anda para mahasiswa Kairo sudah di jalan yang tepat untuk menapaki era global ini. “Ilmu murni dan ilmu keagamaan harus dikembangkan secara seimbang,” tutur pak Suparno. Beliau juga paparkan, bahwa perguruang tinggi yang berkualitas adalah yang berisikan pengajar dan para dosen yang berkualitas juga. Terus kuasai bahasa arab dan kajian-kajian keislaman yang anda geluti, perdalam itu semua. Pesan beliau: “Masa depan adalah era global, jangan pesimistis.” Karena pak Suparno adalah rektor yang setiap saat memberikan motivasi dan spirit kepada para mahasiswanya, beliau marasa seolah-olah adalah rektor al-azhar, dan teman-teman mahasiswa al-azhar semua adalah anak-anak didik saya. Dan ketika saya menandatangai ijasah, saya tanda tangan dengan hati, artinya saya doakan supaya pemengang ijasah ini akan menjadi lebih baik.
Selanjutnya adalah Dr.Setiawan yang menjadi pembicara, beliau adalah wakil rektor di UNPAD. Ketika di dalam ruang Sholah Kamil beliau merasa sedang dalam sekenario cinta bertasbih lima. Isi paparan beliau antara lain : Anda selaku mahasiswa Indonesia di Mesir adalah duta besar bangsa yang harus menjaga nama baik bangsa, citra nusantara. Dalam ilmu politik inilah yang disebut dengan soft diplomacy. Seseorang berhasil atau tidak, ukuranya bukan hanya dari akademik saja. Mahasiswa azhar harus punya komitmen untuk terus beraktifitas. Anda mahasiswa kairo harus bersyukur, karena diberi kemampuan berbahasa, khususnaya bahasa arab dan inggris. Demensi tertinggi dalam pendidikan adalah bisa sekolah di luar negeri. Tantangan masa depan kita adalah mempersiapkan wisudawan-wisudawan yang mampu berkompetisi, bekerja dan berwirausaha. Jangan sampai berhenti, jiak sudah diwisuda. Global akademik leader puncaknya adalah mampu untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
Pembicara kelima adalah Dr. Syamsul Rizal dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Paparan beliau sangat singkat sekali, antara lain : Karena IT itu berkembang cepat, maka anda harus ciptakan peluang kerja seluas-luasnya. Dengan modal anda sekarang, akademik atmosfir yang ada di Kairo ini, insya allah anda bisa.
Ada sesi tanya jawab, karena terbatasnya waktu maka diambil dua penanya, satu putra, satu putri. Acara diakhir olah ungkapan singkat dari pak atase pendidikan Kairo, pak Fahmi Luqman : Anda mulai sekarang harus ubah mindset atau pola pikir anda menjadi outside the box ,berpikir di luar batasan masalah yang ada.
Acara dialog berakhir dengan foto-foto bersama dengan para tokoh.
Reported by : SEMA-FDI reporters.








Posting Komentar