Sabtu,
15 November 2014 09:29 CLT
![]() |
| Gambar 1. Arif al-Anang saat menjadi mentor belbar (belajar bareng) ilmu arudh dan qafiyyah SEMA-FDI di rumah Thoriq Aziz, Hay Asyir, Kairo, Sabtu (15/11/2014) pagi. |
sema-fdi.blogspot.com, Kairo — Sejumlah anggota baru senat, pagi tadi sudah merapat di rumah Ketua Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Thoriq Aziz, di Building 389/6 El-Swessry B, Nasr City, Kairo, Sabtu (15/11/2014) pagi. Kedatangan anggota baru tersebut untuk mengikuti kegiatan belbar ilmu arudh dan qafiyah yang diadakan oleh Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo.
Menurut Arif al-Anang selaku mentor dalam belbar ini, mengatakan, al-Khalil ibn Ahmad al-Farahidi peletak ilmu arudh adalah orang yang sangat tawadhu’ sekali, karena al-Khalil hanya merasa menerima, dan tidak pernah merasa memberi.
“Imam Khalil itu orang yang sangat tawadu’ sekali, karena beliau hanya merasakan menerima, dan tidak merasa memberi,” katanya.
Arif menambahkan, karena jasa dan bimbingan al-Khalil itulah lahir ulama-ulama terkenal seperti Imam Sibawaih, Nadhor, dan Asma. Dan mereka-meraka itu notabenenya murid dari al-Khalil.
“Pada hakikatnya Imam Khalil ini punya murid yang terkenal, seperti Sibawaih, Nadhor, Asma, “ tambah Arif saat menjadi mentor belbar SEMA-FDI al-Firqoh al-Ulaa.
Ia berpendapat, selama ini arudh dikenal sebagai ilmu yang sudah matang. Ini terbukti dari tidak adanya ulama yang menambahi isi ilmu arudh.
“Arudh itu ilmu matang, yang sampai sekarang belum ada ulama yang menambahkan,” imbuhnya.
Belbar mapel ilmu arudh ini mendapat apresiasi dari anggota baru senat. Mereka bersemangat dalam menghafal dan memahami kaidah awal dari ilmu ini. Tepat pukul 14:22 CLT acara ini selesai.
Reported
by : SEMA-FDI reporters
.jpg)
.jpg)







Posting Komentar