![]() |
| Gambar 1. Uts. Muhammad As'ad Humam sedang menjadi mentor belbar ilmu tajwid 2, Kairo, Selasa, (18/11/2014) siang, jam 14:24 CLT. |
sema-fdi.blogspot.com, Kairo — Kerap kali terdengar kabar kegiatan SEMA-FDI, kemarin senat kembali berhasil adakan belbar ilmu tajwid di Hay Ashir, Kairo, Selasa (18/11/2014) siang.
Dengan sangat aktif mahasiswa tingkat satu SEMA-FDI Kairo mengikuti belbar yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI, bersama Ust. Muhammad As'ad Humam sebagai mentor belajar.
Pada belbar kedua ini, As’ad Humam menjelaskan tentang makraj huruf dan sifat huruf. Ia mengungkapkan, makhraj berjumlah tujuh belas. Ini merujuk pada teori al-Imam ibnu al-Jazari. Terkait hal tersebut, As’ad juga menambahkan, ulama dahulu berselisih pendapat. Tetapi teori yang dipilih oleh penulis diktat ialah teori al-Imam ibnu al-Jazari, yang mengatakan makhraj ada tujuh belas.
“Sebagaimana dalam diktat kita, buah karya Dr. Karam Ma’ruf Mahmud Ma’ruf, bahwa pendapat muhtar yang diambil oleh muallif kitab ini, ialah pendapatnya al-Imam ibnu al-Jazari yang mengolongkan makhraj huruf itu menjadi 17 makhraj,” kata As’ad.
Menurut As’ad Hummam, makhraj diumpamakan dengan timbangan pada huruf, sedangkan sifat seperti ukuran pada huruf.
“Makhraj seperti timbangan pada huruf, sedang sifat itu ukurannya,” tambahnya disaat menjadi mentor ilmu tajwid, di Hay Asyir, Selasa (18/11/2014).
Salah seorang anggota baru senat dan juga ketua kelas tingkat satu SEMA-FDI Amirudin Ishaq menuturkan, dengan diadakannya belbar yang dimentori oleh para senior, anggota baru akan lebih mudah paham, tetap semangat, dan sedikit yang berleha-leha.
“Kita dipandu seperti ini bisa enak, semangat sudah bagus, gak ada yang leha-leha,” kata Amirudin.
![]() |
| Gambar 2. Suasana belbar ilmu tajwid 2 Kairo, Selasa, (18/11/2014). |
![]() |
| Gambar 3. Suasana belbar ilmu tajwid 2 |
Reported by : SEMA-FDI reporters










Posting Komentar