Selasa, 3 Februari 2015 17:19 CLT
![]() |
| Wakil Ketua Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo Yuda Meliana |
sema-fdi.blogspot.com,
Kairo — Sepertinya Pameran Buku Internasional di Kairo sudah menjadi acara
tahunan di Mesir dan merupakan salah satu pameran buku terbesar di dunia. Konon
kabarnya sekitar dua juta lebih pengunjung di setiap tahunnya datang dari berbagai
penjuru dunia. Termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Mesir, dimana kebanyakan mereka
adalah mahasiswa di Universitas Al-Azhar yang tersohor itu.
Menurut
Wakil Ketua Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI Kairo Yuda Meilana selesai rapat
program Senat termin dua, ia menuturkan
rapat sore tadi menghasilkan tujuh agenda Senat, agenda terdekat ialah
mengunjungi Ma’ridh.
”Tadi
kita sudah membicarakan agenda-agenda, insya Allah ada tujuh agenda yang kita
rencanakan kedepannya. Dan untuk agenda terdekat yang akan dilaksanakan yaitu
mengunjungi book fair bersama kawan-kawan semua besuk, 4 Februari 2015,” ujar
Yuda di ruang tamu Pasanggrahan Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB),
Nasr City, Kairo, Selasa, (3/2) sore.
Yuda
menegaskan pihak Senat sudah mempersiapkan acara besuk siang itu. Lebih jauh lagi
ia mengatakan awal acara akan dimulai dengan prakata yang bakal disampaikan
oleh dirinya sendiri, mukadimah book fair oleh Thoriq Aziz, kemudian disusul dengan menjelajah buku-buku yang bakal dipandu oleh Robby Abdul Jabbar, seorang pemandu
profesional wisata buku dari Senat FDI.
“Kita
sudah merencanakan jalan-jalan kita di Ma'ridh nanti, sedikit formal kita mulai
dengan prakata oleh saya sendiri, sedikit mengenai apa itu book fair oleh mas
Thoriq, kemudian setelah itu akan dipandu oleh kawan kita bung Robby untuk
berkeliling menelusuri buku-buku itu, dan insya Allah profesional mas Robby ini,” jelas Yuda Meilana, mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Garut, Jawa
Barat itu.
Petinggi
Senat itu juga berdalih, jelajah buku bersama Senat ini akan memperkaya
referensi sekaligus wawasan bagi seluruh anggota Senat. Karena secara
disengaja, pengunjung akan dihadapkan dengan jutaan buku-buku, dengan corak
bermacam-macam, mulai dari buku-buku turast hingga modern.
“Tiada
lain menunjukkan referensi-referensi yang dibutuhkan teman-teman, tentunya di
sana kita dapat menemukan buku-buku terdahulu maupun modern, sehingga dapat
wawasan lebih,” ungkap Yuda.
Reported by : SEMA-FDI reporters








Posting Komentar