semafdicairo.org,
Kairo — KBRI Kairo memuji upaya
mahasiswa Indonesia di Mesir dalam peningkatan kualitas keilmuan mereka melalui
praktik bedah buku dan diskusi tentang Biografi Ibn Arabi; Perjalanan Spiritual
Mencari Tuhan Bersama Para Sufi, tadi malam.
Komitmen
mahasiswa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan lewat bedah buku dan diskusi
tersebut dinilai sebagai sebuah indikasi positif yang semestinya bisa dilakukan
lebih rutin. Hal tersebut, dikarenakan mahasiswa mempunyai tanggung jawab moral
dalam pengembangan cakrawala keilmuan.
Sekretaris
Ketiga Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kairo, Harun Syaifullah,
melihat acara bedah buku kali ini sangat ramai sekali.
“Saya
baru kali ini ya, selama saya tujuh bulan di Kairo ini, ini diskusi ramai
sekali,” kata Harun disambut tepuk tangan meriah para haridin di Aula Griya
Jawa Tengah, Kairo, Rabu (4/3) malam.
Harun
mengaku sudah lama tidak bergelut dalam dunia kajian, khususnya dalam hal
pemikiran Ibn Arabi. Pasalnya, ia lebih sibuk membaca fenomena-fenomena
politik, semisal penundaan pemilu legislative oleh Mahkamah Mesir.
“Ini
(bedah buku dan diskusi -red) menarik, saya sudah lama sekali gak ngikutin
kajian-kajian begini, yang saya ikutin adalah, bahwa Mahkamah Mesir menunda
pelaksanaan pemilu, qonuun dawair ditunda,” sambungnya.
Ia
menuturkan bahwa Duta Besar RI di Mesir tidak bisa menghadiri acara bedah buku ini,
dikarenakan hari itu pula, Duta Besar Nurfaizi Suwandi mendampingi Ketua KPU
dan Pemimpin Mahkamah Konstitusi RI dalam sebuah pertemuan dengan Ketua
Mahkamah Konstitusi Mesir Adly Manshur.
“Saya
menyampaikan, salam dari pak Dubes, karena pak Dubes hari ini mendampingi tamu
dari Jakarta, Ketua KPU, Hakim Mahkamah Konstitusi, untuk bertemu dengan Ketua Mahkamah
Konstitusi Mesir, Bapak Doktor Adly Manshur,” ujar Sekretaris Ketiga Fungsi
Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Kairo ini.
Harun
berharap para mahasiswa mampu mengembangkan diskusi-diskusi ilmiah dengan
beraneka ragam tema dan sosok. Bahkan ia juga mengingatkan para mahasiwa untuk
selalu berkarya, melihat di Kairo sudah tersedia fasilitasnya.
“Saya
mengharap sebenarnya, kajian-kajian tematik seperti ini bisa muncul. Perlu ada buku
yang lebih substantive, teman-teman yang nulis, teman-teman belajar islamic
scholar, you have to do more,” pungkasnya.
Kegiatan
bedah buku Biografi Ibn Arabi ini diselenggarakan berkat kerjasama SEMA-FDI
Kairo, KSW Mesir, KMF Mesir, Al-Mizan SC, PCINU Mesir, SAS Mesir dan Keira
Publishing Depok. Hadir dalam acara tersebut narasumber berkompeten, antara
lain; Mohammad Yunus Masrukhin, MA. penulis buku “Biografi Ibn Arabi;
Perjalanan Spiritual Mencari Tuhan Bersama Para Sufi,” terbitan Keira
Publishing, Cecep Taufiqurrahman, MA. sebagai pembedah, Nidlol Masyhud, Lc.,
Dipl. sebagai pembanding dan Sheila Ardiana sebagai moderator.
Reported
by : SEMA-FDI reporters.








Posting Komentar