![]() |
| Ketua Majelis Penasehat Besar (MPB) SEMA-FDI Kairo, H. Komaruzzaman Hasibuan, Lc.Dipl. |
semafdicairo.org, Kairo — Ketua Majelis Penasehat Besar (MPB) SEMA-FDI, Komaruzzaman Hasibuan, mengaku kegiatan Belbar bisa dilakukan sehari saja untuk setiap mapelnya. Namun demi kelancaran proses Belbar antara mentor dan peserta, lanjut Komaruzzaman, peserta tidak boleh terlalu bergantung pada mentor. Itu artinya, jauh-jauh hari peserta Belbar harus sudah membaca diktat sehingga ketika Belbar hanya mengkaji secara globalnya saja dan mendalami bab-bab yang belum dimengerti oleh peserta.
"Bimbel satu hari untuk satu mata kuliah, insya Allah bisa," kata Komaruzzaman Hasibuan.
Hal itu dikatakan Komaruzzaman saat chating informal bersama di open inbox facebook SEMA-FDI menanggapi komentar salah satu anggota Dewan Pengawas Kegiatan (DPK) SEMA-FDI, Arif al-Anang, yang menilai Belbar satu hari tidaklah cukup. Diliput dari Kairo, Rabu (8/4/2015) sore. Obrolan via inbox itu juga mendapat tanggapan dari beberapa anggota SEMA-FDI seperti Ahmad Khusyairi dan Zis Ibn Ahmad.
Komaruzzaman menegaskan, jika yang terjadi adalah para peserta Belbar belum membaca buku diktat, ditambah pula minimnya kemampuan bahasa dan kosa kata Arab, maka satu hari tidaklah cukup.
"Namun jika yang mau dibimbel belum pernah baca bukunya, ditambah bahasa arabnya juga sangat kurang, maka satu hari tidak akan cukup," jelasnya.
Reported by : SEMA-FDI reporters








Posting Komentar