semafdicairo.org,
Kairo — Al-Qur'an sebagai sumber hukum
pertama dalam Islam berfungsi memberikan jawaban terhadap apa yang
dipertanyakan manusia. Untuk memahami Al-Qur'an dibutuhkan ilmu khusus yang
disebut ulumul Qur'an.
Keberagaman
pemahaman dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an bukanlah merupakan hal yang baru.
Oleh karena itu, untuk memahami sumber utama umat Islam tersebut, umat
Islam harus belajar ulumul Qur'an. Demikian dikatakan Kholili Badriza saat
menjadi mentor belajar bareng mata pelajaran Ulumul Qur'an kelas satu Senat FDI.
“Ketika
mengetahui kaidah-kaidah ilmu qur’an, mempermudah memahami tafsir,” katanya Jum’at
(10/4/2015) sore.
Mahasiswa
S2 Jurusan Ushuluddin Fakultas Dirasat Islamiyah Wal 'Arabiyah (FDI) Putra,
Universitas Al-Azhar Kairo itu, lebih lanjut menyebutkan, selain sebagai
kekayaan disiplin ilmu yang luas, mempelajari ulumul Qur'an juga bisa
menjadikan seseorang mampu membaca Al-Qur'an dengan qira'at-qira'at yang
berbeda nan benar.
“Bisa
membaca dengan qira’at-qira’at yang benar,” kata Kholili yang diungkapkannya
secara kalem.
Kholili
menambahkan, menurutnya, sebagai seorang mahasiswa yang sudah mulai matang
dalam belajar harus suka banyak membaca. Karena kunci mendapatkan ilmu pengetahuan
ialah dengan banyak membaca, sehingga informasi-informasi yang penting dan
terpenting dalam buku bisa cepat didapat.
“Semakin
banyak membaca, semakin cepat menemukan poin-poin penting,” tambahnya.
Acara
belajar bareng tersebut bertempat di rumah anggota SEMA-FDI, Sayyidina Hamzah,
di Madrasah, Hay Asyir, Kairo, dan acara selesai tepat waktu Adzan Isya'
berkumandang.
Reported
by : SEMA-FDI reporters







Posting Komentar