Naak ayah menulis ini dengan rangkaian kata sederhana; tidak bersastra atau bergaya, tak indah
apalagi ilmiah. Ini hanya bentuk perhatian dari ayah, ku-harap engkau
mau membacanya, dan merenungkanya.
Naak … !!!
Akhir-akhir ini ayah
perhatikan kau tak seperti biasanya …
Matamu yang kerling dan bersih, memerah oleh debu maksiat dan
polusi tak fokus buah dari pandangan mata yang tak lurus.
Hidungmu yang mancung, dan tajam seperti kehilangan fungsinya hingga
engkau sulit membeda; mana mawar merekah mana sampah.
Mana melati mana yang belum
mandi.
Mana harumnya kasturi cita
mana bau heroin godaan pembinasa.
Tanganmu yang memiliki
sentuhan seni juga kekar jadi berkudis, hingga kau tunda melukis mimpi-mimpimu
yang idealis.
Sedangkan kakimu nak … Ayah lihat
tertusuk duri zona nyaman hingga bergerakpun enggan apalagi berlari
mengejar harapan.
Naak… !
Engkau harus segera berobat, dirawat, bahkan di bawa ke Unit Gawat
Darurat.
Sebelum terlambat atau
engkau sekarat.
Written by: Deden Ruhiat Mubarok








Posting Komentar