Selamat Datang di Portal Sema-FDI Kairo

Tarhib Ramadhan

Selasa, 16 Juni 2015 | 03.34 CLT
Ilustrasi (Courtesy of Google.com)
Ada dua jenis ibadah, yang keduanya harus dibekali dengan ruuhul jadiid. Yang pertama adalah ibadah ritual, yang kedua adalah ibadah sosial, yang dimulai dari kerja keras.

Di akhirat nanti, ada pintu surga yang bernama Ar Rayyan, yang mempunyai arti pintu yang segar dan nikmat. Akan ditanyakan, “Mana orang yang berpuasa?” Maka semua yang berpuasa pun berdiri, dan Allah izinkan untuk masuk surga melalui pintu Ar Rayyan tersebut.

Puasa, atau ash shaumu, pada hakikatnya adalah al imsak, yang berarti menahan.

Mereka yang berpuasa, di akhirat nanti ternyata ada yang diperbolehkan untuk masuk ke pintu Ar Rayyan, ada juga yang tidak. Yang dibolehkan masuk hanya mereka yang benar-benar menahan diri, dari makan dan minum, berhubungan suami istri, termasuk juga menahan diri dari berbuat maksiat kepada Allah, kepada perusahaan, dari perilaku curang dan juga berbohong.

Kisah Maryam yang ada kaitannya juga dengan shaum.

Maryam tinggal di masjid Aqsha, seorang perempuan yang shalihah, jamilah (cantik), dan baik hatinya, berusia 19 tahun. Walaupun telah berusia 19 tahun, Maryam tidak pernah datang bulan.
Suatu ketika Maryam berjalan ke arah timur, sampai di bawah sebuah pohon. Muncullah seorang pemuda tampan yang berusia sekitar 21 tahun. Maryam pun menjerit, dan berkata, “Aku berlindung kepada Allah. Wahai anak muda, jangan kaudekati aku jika kau adalah orang yang bertaqwa.” Pemuda itu pun menjawab, “Saya adalah malaikat Jibril utusan Tuhanmu.” Jibril pun menjelaskan bahwa Maryam akan hamil. Maryam pun sangat terkejut, “Bagaimana mungkin, aku tidak memiliki suami lalu hamil?”

Demikianlah Allah menakdirkan, Maryam pun hamil. Maryam sebenarnya ridha dengan takdir Allah tersebut, tetapi yang ia khawatirkan adalah pikiran masyarakat yang tidak memahami perkaranya. Maka Maryam pun melarikan diri dari rumah, sampai ke Baitulahim. Di sana ada pohon kurma yang batangnya sudah tua. Maryam pun sempat mengeluh, bahwa beliau lebih baik mati dari pada harus menanggung malu.

Namun ternyata telah tiba waktunya melahirkan. Dan ternyata anak yang dilahirkan itu bisa berbicara. Anak itu pun berkata, “Ibu jangan sedih, senangkan hatimu, gerakkanlah batang kurma ini untuk mendapatkan makanan.” Maka batang kurma pun digerakkan, dan jatuhlah kurma 1/2 matang. Ketika diperlukan untuk mandi, muncullah air mengalir.

Maryam pun akhirnya memutuskan untuk pulang, dan berjanji untuk tidak akan berbicara dengan orang lain, berjanji untuk “shauma” (menahan, imsak).

Ketika pulang, benarlah seperti yang diduga, orang-orang mulai bertanya, “Wahai saudaranya Nabi Harun, Ayah dan Ibumu seorang yang baik, mengapa engkau memiliki anak padahal belum menikah?” Sesuai janjinya, Maryam tidak menjawab pertanyaan tersebut, dan menunjuk kepada bayinya, agar mereka bertanya kepada bayi tersebut. Bayi itu pun berbicara, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab Injil dan Dia menjadikanku seorang Nabi.”

Orang-orang itu pun memahami persoalannya, dan memaafkan Maryam.

Maka, hakikat puasa adalah menahan, jangan mengikuti hawa nafsu.

Di bulan Ramadhan, semua kebaikan dicatat senilai dengan ibadah wajib. Terlebih jika kita mengkhatamkan Alqur'an sebanyak-banyak nya selama bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih jelek dari pada hari kemarin, maka dia adalah orang yang celaka. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung dan sukses dunia akhirat.”

Bagaimana caranya? Cinta dhuafa, anak yatim, akan jadi tetangga Rasulullah di surga
Orang yang berpuasa yang baik, kerjanya akan makin giat. Sejarah di zaman nabi, kegiatan yang paling hebat terjadi di bulan Ramadhan. Peningkatan terjadi di dua aspek ibadah, baik ritual maupun sosial.

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amalan apakah yang dapat mengantar ke surga?”

Rasulullah pun menjawab, “Bacalah Al Qur'an 1 juz sehari, sehingga khatam dalam 1 bulan.”

Orang itu pun menjawab bahwa dia tidak sanggup karena sangat sibuk.

Rasulullah pun tersenyum, dan menjawab, “Bacalah surat Ha Miim (ada 7 surat yang cukup panjang).” Orang itu pun menjawab bahwa ia masih tidak sanggup.

Rasulullah pun tersenyum, dan menjawab, “Bacalah surat pendek, dari Qaaf sd An Naas (sekitar 4 juz).”

Orang itu pun menjawab bahwa ia masih tidak sanggup.

Rasulullah pun tersenyum, dan menjawab, “Bacalah surat Al Zalzalah.”

Orang itu pun setuju, dan berlalu.

Rasulullah pun berkata, “Demi Allah, dia dijamin masuk surga, bahagia dunia akhirat.”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa mereka yang membaca, memahami, dan mengamalkan surat Al Zalzalah dijamin masuk surga, karena di dalamnya ada ayat ke-4, “Yaumi idzin tuhadditsu akhbaaroha,” yang artinya “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.”
Jika kita yakin bahwa bumi nanti akan bersaksi, maka kita akan sangat berhati-hati dalam bertindak, dan hal ini akan mengantarkan kita ke surga.

Pesan di bulan Ramadhan :

Pertama, jangan ada yang ketinggalan shalat tarawih. Boleh 11, 23. Yang penting khusyuk. Jangan ribut, jangan berselisih. Jika kita berimam kepada imam yang shalat 23 rakaat, ikuti sampai 23 rakaat. Karena jika kita beribadah sampai selesai, pahalanya sama dengan beribadah semalam suntuk.

Kedua, berikan ifthar, buka puasa kepada orang lain, walaupun hanya 1 gelas air, akan mendapatkan pahala sebanyak orang itu. Seperti biasa, bagi anda pecinta "Maaidatur Rahman" -tempat berbuka gratis-,  inilah kesempatan anda memanfaatkan momen-momen indah selama bulan ramadhan,  seperti lazimnya masjid-masjid besar di Mesir selalu menyajikan menu yang bervariasi di setiap harinya. (selama Ramadhan).

Ketiga, jangan sampai ketinggalan lailatur qadr. Kapankah lailatul qadr itu sebenarnya? Ada yang mengatakan 10 malam terakhir. Ada yang mengatakan 5 malam ganjil di 10 malam terakhir. Ada yang mengatakan malam 27 Ramadhan. Di beberapa Masjid di mesir,  pada malam 27 sangat ramai (yang masyhur Masjid 'Amru bin Al'ash) dengan do'a qunut termasyhur (Syaikh Muhammad Jibril) yang kurang lebih melantunkan do'a qunut selama 1 jam. Bahkan para Jama'ah berbondong-bondong memadati lokasi masjid sejak siang hari menuju malam ke 27 Ramadhan.

Dan yang terakhir: hidupkan hari-hari dibulan Ramadhan kita dengan membaca Alqur'an,  khatamkan Alqur'an sebanyak mungkin, karena di bulan ramadhanlah turunnya Alqur'an,  dimana semangat Ruhiyah untuk beribadah sangat mendukung.

Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita di tahun ini lebih baik, dan lebih bermakna dari tahun-tahun sebelumnya... Aamiiin

Wa Allahü a'lam bish-showaab ...

Written by: Muhammad Asad Humam
Bagikan Postingan Ini :

Posting Komentar

PAPAN PENGUMUMAN

Popular Post

Facebook Kita

 
Support : KBRI Kairo | Atdik Kairo | PPMI Mesir
Copyright © 2015. SEMA-FDI Universitas Al-Azhar, Mesir - All Rights Reserved