Rabu, 18 November 2015 | 03.16 CLT
![]() |
| Diktat Mantiq Fakultas Dirasat Islamiyyah |
Semafdicairo.org, Kairo - SEMA-FDI bekerja sama dengan Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ) mengadakan "Kelas Mantiq" di Wisma KPJ, Hayyu 'Asyir, Kairo, (14/11/2015) pagi.
Perkembangan logika Barat berawal dari masalah teosentris yang sangat berbalik arah dengan perkembangan mantik Arab-Islam. Pertemuan pemikiran Aristoteles dengan umat Kristiani menghasilkan banyak pemikir dan filsuf penting. Mereka sebagian besar berasal dari dua ordo baru yang lahir dalam abad pertengahan, yaitu Dominikan dan Fransiskan. Aliran ini dinamai sebagai filsafat skolastik/scholasticus (guru-red). Tema-tema pokok dari ajaran mereka antara lain hubungan iman-akal budi, eksistensi dan hakekat Tuhan, antropologi, etika dan politik. Mereka berusaha memperlihatkan bahwa iman sesuai dengan pikiran-pikiran paling dasar dari manusia. Dan pada masa ini filsafat diajarkan di sekolah biara serta universitas mengikuti kurikulum tetap yang bersifat internasional.
![]() |
| Kegiatan Kelas Mantiq |
Berbeda dengan apa yang ditawarkan dunia Islam, sebagaimana pendapat Ibn Rusyd (1198 M) bahwa filsafat dan agama mempunyai persamaan, yaitu sama-sama melaporkan prinsip-prinsip wujud tertinggi dan mempunyai tujuan puncak yaitu kebahagian menusia. Dalam tataran ini Siger de Brabant (pelopor Averroisme) menyatakan bahwa agama lebih benar dari pada akal, karena betapapun itu, akal hanyalah akal, yang tidak dapat melampaui posisi agama. Adapun filsafat, laporannya lebih bersifat persuatif sedangkan agama lebih ke imajinatif.
Itulah sedikit uraian singkat dari apa yang disampaikan Ust. Arif Masduki Ikhsan saat pertemuan perdana ''Kelas Mantiq.'' Pertemuan kedua insya Allah akan dilaksanakan Sabtu 21 November 2015 di Wisma KPJ.
Reported by : SEMA-FDI reporters.









Posting Komentar