Jumat,
22 April 2016 | 23.42 CLT
![]() |
| Suasana saat Dewan Pengawas Kegiatan SEMA-FDI Kairo As'ad Humam memberi stimulan belajar di Kairo Jum'at (22/4/2016) sore. |
semafdicairo.org,
Kairo — Jelang ujian termin dua Fakultas
Dirasah Islamiyah Wal ‘Arabiyah Baniin, Universitas Al-Azhar Kairo, yang rencana
akan digelar 14 Mei mendatang, membuat Ketua Dewan Pengurus Harian SEMA-FDI
Asroruddin Alie Shodiqin dan personel-personelnya berinisiatif mengunjungi salah seorang
senior FDI As’ad Human di El-Marj, Kairo. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan
stimulasi belajar, khususnya bagi anggota baru FDI dan do’a bersama sebelum
ujian Azhar dimulai.
Dewan
Pengawas Kegiatan SEMA-FDI Kairo As'ad
Humam mengapresiasi usaha anggota baru Senat FDI dalam belajar.
Menurut
tokoh Senat FDI itu, tahun pertama dan kedua merupakan fase membangun jati diri.
Sehingga banyak orang beranggapan di tahun itulah orang akan diuji tekad, cita-cita dan
keteguhan hatinya.
“Ibarat
tahun satu dan dua itu kita masih membangun jati diri,” katanya saat memberi stimulan belajar anggora baru SEMA-FDI di
kediamannya El-Marj, Kairo, Jum'at (22/4/2016) sore.
As'ad
menyatakan kendala yang biasa dihadapi mahasiswa baru terletak pada penguasaan
bahasa dan lingkungan. Ia yakin dua hal tersebut sangat berpengaruh dalam
proses belajar.
“Kendala
pertama memang pengusaan bahasa juga, yang kedua lingkungan,” kata mahasiswa Al-Azhar
yang juga Alumnus Ponpes At-Taqwa Putera Bekasi itu.
Secara
khusus ia mengajak para anggota FDI untuk menjadikan menghafal Al-Quran,
belajar, sholat, dan beribadah sebagai sesuatu yang harus digemari.
“Yang
terakhir motivasi buat teman-teman. Jadikan menghafal Al-Quran, jadikan
belajar, jadikan sholat dan ibadah kita, adalah ibadah yang kita kenangi,
ibadah yang kita kagumi, ibadah yang kita gemari,” ujar As’ad.
Lebih
lanjut, ia juga memberi contoh seseorang yang nonton bola dan mendirikan sholat
tahajud. Ketika seseorang tersebut suka nonton bola, maka tanpa disuruhpun ia
akan berangkat untuk nonton bola. Tetapi sholat tahajud dikerjakan hanya di waktu kepepet saja.
“Bedakan
antara orang nonton bola dengan orang yang tahajud. Ketika orang ini senang
nonton bola, tanpa disuruh ia akan berangkat. Tahajud kebanyakan, kalau kepepet
baru tahajud,” pungkasnya.
As'ad
Humam beserta istrinya Fathimah Azzahrah mengucapkan terima kasih kepada DPH
Senat dan personel-personelnya yang telah menyempatkan waktu untuk bersilaturahim
ke kediamannaya di El-Marj, Kairo.
Reported
by : SEMA-FDI reporters









Posting Komentar