Selamat Datang di Portal Sema-FDI Kairo

Al-Qur’an Bacaan Sepanjang Zaman

Oleh: Hudaili Abdul Hamid
(Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah Wa 'Arabiyah Universitas Al-Azhar Mesir)

Berkumpul dengan orang-orang yang mencintai ilmu itu istimewa. Selalu ada topik menarik untuk dibahas dan diperbincangkan. Tentu, berteman dengan orang yang memiliki pemahaman yang cukup dewasa. Sehingga sangat jauh dari hal yang sia-sia. Leluhur pernah berpetuah kepada anak cucunya, “ bertemanlah dengan penjual minyak wangi, maka kau akan mendapatkan cipratan wangian tersebut”, petuah ini dapat dianalogikan dengan mudah, seperti isyarat bahwa bertemanlah dengan orang yang baik, berilmu dan bermoral, maka kau akan termotivasi untuk selalu berusaha menjadi orang baik dan berilmu. 
 
Sore hari setelah materi kuliah selesai, teman-teman mahasiswa kuliah Dirasat Islamiyah dan Bahasa Arab mengajak kumpul sambil minum es tebu dan jus mangga. Momentum yang sangat biasa bagi mahasiswa, berkumpul sambil menikmati alam Kairo dan hanya sekedar refresh otak, setelah seharian mendengarkan kuliah dari Syekh. Biasanya yang dibahas adalah seputar kegiatan dan kehidupan mahasiswa di Mesir. Tapi kali ini berbeda, ada salah satu teman membuka obrolan tentang Al-Qur’an, ia masih kagum dengan apa yang di bahas oleh Dosen Tafsir di kelas tadi.


Al-Qur’an secara bahasa dapat diartikan dengan bacaan yang mencapai puncak sempurna, karena ia adalah hidangan tuhan, maka belajarlah dari hidangan tersebut semampu kalian.[1] Sebuah kitab suci yang selalu dibaca oleh umat muslim, di dalamnya terdapat banyak pedoman kehidupan. Menjadi sumbur hukum, baik secara pribadi, kemasyarakatan, kenegaraan, sosial, polotik dan sebagainya. Semua elemen kehidupan ada dalam Al-Qur’an. Maka sangat mulia bagi orang yang dapat memahami isi kandungannya.

Dalam catatan sejarah, sejak peradaban manusia mengenal baca-tulis beberapa abad tahun yang lalu, tidak ada satu bacaan pun yang dapat membandingi kesempurnaan Al-Qur’an. Bahkan dengan hadirnya Al-Qur’an, orang dapat memanfaatkan potensi suara indahnya dengan membaca Al-Qur’an. Tidak ada satu pun yang dapat menandingi irama dan lagu bacaan Al-Qur’an. Bermacam-macam riwayat bacaan Al-Qur’an, mulai dari riwayat qiraat saba’, qiraat asyra, dan seterusnya. 

Dapat dipastikan, tidak ada bacaan pun selain Al-Qur’an , yang diketahui dan dipelajari keotentikan sejarahnya, bukan hanya secara umum, akan tetapi ayat per ayat, baik dari segi tahun, bulan dan musim sebab turunnya. Siang atau malam, tempat dan peristiwa pun diketahui sebab turun penerimaan wahyu tersebut.

Dapat dipastikan, tidak ada bacaan selain Al-Qur’an, yang diketahui dan dipelajari diksi dan redaksinya secara mendalam. Bukan hanya sekedar dari sisi susunan kata-katanya, pemilihan kata yang sangat sesuai, akan tetapi, berkaitan dengan arti kandungan yang tersurat tersirat. Ilmu dapat kita ketahui dalam bidang kajian Al-Qur’an, yaitu Tafsir Isyari.

Dapat dipastikan, tidak ada bacaan selain Al-Qur’an yang selalu dijaga cara bacanya, dipelajari dan diketahui cara baca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ketetapan bacaan yang harus dibaca panjang, pendek, harus berhenti, boleh berhenti atau lanjut, bacaan yang harus dipertebal dan diperhalus ucapannya. Bahkan dalam membacanya ada ketetapan aturan kesopanan, dimana tempat yang layak dibaca, semua itu ada aturannya tersendiri.

Dapat dipastikan, tidak ada bacaan selain Al-Qur’an, yang redaksi dan kalimatnya tidak saling bertentangan dengan yang lainnya. Semuanya sama beraturan dan saling keterkaitan. Tidak ada kalimat yang tumpang tindih dalam Al-Qur’an, bahkan selalu bersinergi dengan hadist Nabi.

Dengan hadirnya Al-Qur’an dapat memunculkan berbagai cabang ilmu sesuai dengan perkembangan manusia. Dengan Al-Qur’an, orang dapat berpikir dan mengembangkan wawasannya. Begitu banyak tanda-tanda yang Allah tampakkan, agar kita selalu menggunakan akal sehat yang dianugerahkan oleh Allah dalam kebaikan.
Pernahkah kita menemui bacaan yang sifatnya seperti Al-Qur’an? Kalau tidak, wajar bila Kalam ini diwahyukan melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Karena bacaan ini telah mencapai puncak sempurna, bacaan disepanjang zaman.


[1] Muhammad Sayyid Thanthawi, Tafsir Al-Wasith, Hal. 7, Dar Al-Sa’adah, Kairo.
Bagikan Postingan Ini :

Posting Komentar

PAPAN PENGUMUMAN

Popular Post

Facebook Kita

 
Support : KBRI Kairo | Atdik Kairo | PPMI Mesir
Copyright © 2015. SEMA-FDI Universitas Al-Azhar, Mesir - All Rights Reserved