Kitab-Kitab Hadits Terpenting Sepanjang Sejarah Beserta Syarahnya.
Oleh:
Hengki Amsaleh
Berikut
ini akan saya paparkan mengenai kitab-kitab hadits yang sangat penting dalam sejarah islam berserta syarahnya :
1. Kitab al-Muwatha’.
Kitab al-Muwatha’ dikarang
oleh Imam Malik ra, ulama yang pertama kali membukukan hadits Rasululullah SAW dan menyusunnya dengan
baik. Al-Muwatha’ merupakan kitab hadits pertama yang disusun oleh
seorang ulama’. Beliau memberi nama al-Muwatha’ karena dengan kitab
tersebut seseorang akan mudah mendapatkan hadits dari Rasulullah SAW atau
dikarenakan kitab tersebut telah disepakati dan disetujui oleh ulama Madinah.
Telah diriwayatkan dari Imam Malik
ra, ia berkata,:”Aku telah meminta pertimbangan dari tujuh puluh fuqaha di
Madinah tentang kitabku ini, mereka semua menyetujui dan menyepakatinya, maka
aku beri nama kitab ini dengan al-Muwatha’.”(1)
Diantara syarah al-Muwatha’ adalah sebagai berikut: (2)
1.
Al-Istidzkar fi Syarh Mazahib
Ulama al-Amshar (الاستذكر في شرح مذاهب علماء الأمصار), dan at-Tamhid
Lima Fi al-Muwatha’ min al-Ma’ani wal Asanid (التمهيد لما في الموطأ من المعاني و الأسانيد) keduanya merupakan karangan Syaikh Ibnu Abdil
Barr al-Quthubi.
2.
Al-Muntaqa’ (المنتقى)
karangan Syaikh Abu al-Walid al-Baji.
3.
Tanwir al-Hawalik (تنوير
الهوالك) karangan Imam al-Hafidz Jalaluddin as-Suyuti.
4.
Al-Musawa (المسوى)
karangan Syaikh ad-Dahlawi.
5.
‘Aujaz al-Masalik (أوجز المسالك)
karangan Syaikh Muhammad Zakaria al-Kandahlawi.
2. Musnad Imam Ahmad bin
Hanbal.(3)
Kitab ini merupakan kitab yang
cukup besar karena mencangkup kurang lebih 4000 hadits. Imam Ahmad menyusunnya
berdasarkan periwayatan masing-masing sahabat. Dan dalam mengurutkan nama-nama
sahabat, beliau memperhatikan berberapa hal, diantaranya adalah keutamaan
mereka (sahabat), tempat tinggal
dan kabilah mereka. Terkadang ia meletakkan hadits-hadits sebagian sahabat di
berbagai tempat sehingga pembaca tidak bisa mendapatkan seluruh periwayatan
salah seorang sahabat, kecuali dengan membuka seluruh daftar isi pada
masing-masing jilid.
Namun cetakan-cetakan terakhir yang
disebarluaskan oleh maktabah Islamy dan Darus Sadhir yang
berpusat di Beirut, ditambahkan didalamnya daftar nama-nama sahabat yang
diurutkan sesuai huruf hijaiyah. Masing-masing nama sahabat disertakan padanya
nomor jilid serta halamannya. Hal ini memudahkan dalam mengetahui seluruh periwayatan salah seorang sahabat yang terletak di berbagai tempat.
Kitab ini dicetak menjadi enam
jilid yang cukup besar. Dan pada bagian bawah dari masing-masing halaman telah
disispkan isi dari kitab Muntakhab Kanzul Ummal fi sunan al-Aqwal wa al-Afal ( كنز العمال في سنن الأقوال و الأفعالمنتخب(
karangan Syaikh Ali bin Hisamuddin, yang dikenal dengan al-Muttaqi.
3.
Al- Jami’ as-Sahih karya Imam Bukhari.(4)
Kitab ini merupakan
kitab paling sahih setelah Al-Quran menurut para ahli hadits. Beliau adalah
ulama yang pertama kali menyusun kitab yang isinya hadit sahih saja didalamnya.
Beliau menyusun kitab ini berdasarkan tema dan bab yang diserta dengan beberapa
komentar dan penyempurnaan. Jumlah hadits yagng maushul (sanadnya
bersambung sampai Rasululullah SAW) mencapai 2.602 hadits tanpa pengulangan.
Diantara syarah kitab ini ialah :
1. Fathul Bari
bi Syarh Shahih al-Bukhari ( الباري بشرح صحيح
البخاريفتح( karangan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani.
2. Umdah
al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari (عمدة القاري شرح صحيح البخاري)
karangan Syaikh Badruddin al-‘Aini al-Hanafi.
3. Irsyad
as-Sari li Shahih al-Bukhari (إرشاد الساري لشرح صحيح البخاري) karangan
Syaikh Syihabuddin al-Qastalani.
Kitab Shahih Bukhari ini juga
memiliki ringkasan yang mana pengulangan-pengulangan, hadits yang mualaq, dan
sanadnya dihapus, yaitu kitab at-Tajrid as-Sharih ( الصريح
لأحاديث الجامع الصحيحالتجريد ).
4. Shahih Muslim.(5)
Kitab
Shahih Muslim ini merupakan karangan Imam Abu al-Hasan Muslim bin Hajaj bin Muslim al-Qusyairi. Tingkat kesahihannya
menempati posisi kedua setelah Shahih al-Bukhari menurut mayoritas ahli
hadits.
Sayrah
yang bagus untuk kitab ini adalah al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim ibnu al-Hajaj
( في شرح صحيح مسلم بن
الحجاج المنهاج ) karangan al-Hafidz Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi. Kitab ini
juga disyarah oleh Imam Ubay dan Imam Sanusi. Shahih Muslim ini juga
memiliki ringkasan yang bernama Mukhtashar Shahih Muslim ( (مختصرصحيح مسلم karangan Syaikh
al-Mundziri.
5. Sunan Abu Dawud as-Sijistani.(6)
Kitab
ini hanya membatasi hadits-hadits ahkam saja dan tidak memasukkan
padanya hadits-hadits fadhail, raqaiq (hal-hal yang berkaitan dengan
hati), dan adab. Beliau tidak hanya memasukkan hadits sahih saja, tetapi di
dalamnya juga ada hasan bahkan lemah.
Beliau
menyusun hadits-haditsnya dengan penyusunan yang baik sehingga ulama
menganggapnya sebagai Kitab Sunan nomor satu diantara empat kitab
sunan lainnya (Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’I,
Sunan Ibnu Majah).
Syarah
terbaik untuk kitab ini ialah sebgai berikut:
1. Ma’alim as-Sunan (معالم
السنن) karangan Syaikh Abu
Sulaiman al-Khatthabi.
2. Tahdzib as-Sunan (تهذيب السنن) karangan Syaikh Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah.
3. ‘Aun al-Ma’bud ‘ala Sunan Abi Dawud ( المعبود
على سنن أبي داودعون ( karangan Syaikh Syaraf al-Haq Muhammad Asyraf
as-Shiddiq.
4. Al-Mihal al-‘Adzb al-Maurud (المنهل العذب المورود شرح سنن أبي داود) karangan Syaikh Mahmud Khattab as-Subkhi, tetapi
tidak disempurnakannya.
Wallahu a'la wa a'lam bisshawab.
Wallahu a'la wa a'lam bisshawab.
Sumber:
(1) Kitab Tanwir
al-Hawalik ‘ala al-Muwatha’ Malik karya Imam as-Suyuti.
(2-6) Kitab
Tarikh Tasyri’ Karya Syaikh Manna’ al-Qatthan.








Posting Komentar