![]() |
| Fikri Nugraha Salas, Mahasiswa Dirasah Islamiyah Angkatan 2014-2015. |
Permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh mayoritas umat Islam di era modernisasi ini, adalah lebih banyak mengutamakan profesi dan materi, tanpa mengunggulkan arti nilai pendidikan itu sendiri, mengapa demikian ?
Ada orang yang berpendapat bahwa materi itu bisa didapat, tanpa harus menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan kualitas seseorang tidak perlu dilandasi dengan kecerdasan dalam intelektual, manakala ketika dia sudah mampu memanage kehidupannya.
Pada hakikatnya, tujuan utama pendidikan bukanlah untuk mencari materi ataupun profesi. Jika kita menggaris bawahi arti kata ‘allama dalam Al-'Alaq ayat 4 yang mempunyai arti pengajaran, pendidika. Tujuan utama pendidikan atau belajar ialah untuk membuka cakrawala kita, serta menambah wawasan yang belum diketahui. Jika menganalisa arti kata ‘allama, banyak di dalam ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang arti pendidikan dan pengajaran, karena tiada lain maksud dari itu semua adalah knowledge atau ilmu, ketika Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S. dan mengajarkannya nama-nama benda.
وعلم أدم الاسماء كلها
“Dan Dialah yang telah mengajarkan Adam nama-nama benda segalanya.”
Manusia diciptakan oleh Sang Kholiq dan diberikan
kesempurnaan dengan dianugerahinya sebuah akal. Hal ini menandakan agar manusia
mampu berfikir dan menelusuri fenomena yang terjadi baik yang abstraktif
ataupun subjectif. Bakkan banyak dikutip dalam al-qur’an kata –kata yang
menunujukan tentang keharusan menganalisa sebuah kejadian, salah satu contohnya,
Allah SWT sering menyindir dengan kata-kata la’allahum yatafakkarun,atau
la’allahum ya’qilun.
Telah
dijelaskan sedikit di dalam kitab at-Tafsir al-Mannan, tentang keutamaan
manusia dari makhluk lainnya. Bahwasanya ilmu yang diajarakan Allah SWT kepada
para malaikat memiliki batasan, sedangkan ilmu Allah SWT yang diajarkan kepada
manusia tidak ada batasan. Dalam hal pengspesialisasian ini, Allah SWT
mengutamakan manusia dari makhluk-Nya yang lainnya. Maka jika kita melihat
fenomena yang terjadi sekarang, sedikit kita berbicara tentang
pemikiran-pemikiran radikal yang
menyimpang dari pembelajaran agama Islam, seperti munculnya
pemikiran-pemikran liberalisme dengan mengatas namakandan mengartiakan
kebebasan di dalam beragama, kemudian pluralism yang mengatas namakan dan
berpendapat bahwa agama itu semuanya sama, maka dari pengkajian keilmuan di bidang
Islamic studiesnya perlu dipertanyakan.
Maka itulah pentingnya kita lebih mengutamakan
pendidikan dari pada materi, dan betapa sangat pentingnya belajar , karena itu
semua berkaitan dengan harga diri manusia dan ia bukanlah hanya sekedar
transfer sebuah wawasan, dan cakrawala saja, akan tetapi ia pun dapat
mentransfer nilai harga diri seseorang, maka dengan keduanya akan terbentuk
dalam dirinya kecedasan baik dari aspek intelektual otak seseorang, juga mampu
menciptakan kecerdasan jati dirinya.
Written By : Fikri
Nugraha Salas








MasyaAllah... ^__^
BalasHapus