Tariqah Meringkas Menuju Mumtaz
(Hengki Amsaleh)
Mahasiswa itu pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu mahasiswa yang suka meringkas dan mahasiswa yang tidak suka meringkas. Sebagai mahasiswa yang suka meringkas tentunya sangat membutuhkan sebuah metode (thariqah) atau cara untuk meringkas dengan baik. Adapun langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum meringkas adalah sebagai berikut:
Mengetahui makna ringkasan.
Membaca muqarar yang akan diringkas
Memastikan bab-bab yang akan diringkas
Mendapatkan semua sumber ringkasan
Empat tahapan diatas akan saya paparkan satu persatu berikut ini,
Mengetahui makna ringkasan.
Ringkasan berasal dari bahasa Arab yaitu خلاصة (khulasah) yang berbentuk masdar dari fi’il لخص (lakhasa) yang berarti meringkas, mempersingkat, mengintisarikan, dan mengikhtisarkan. خلاصة (khulasah) memiliki makna yang sepadan dengan اختصار (ikhtishar) yakni ما كان قليل اللفظ كثير المعنى yang berarti sesuatu yang sedikit lafadnya, tetapi mengandung banyak makna.
Membaca muqarar yang akan diringkas
Agar tidak membuang banyak waktu, maka cukup dengan membaca muqarar sekali saja dengan bacaan cepat. Jika memungkinkan untuk membaca seluruh isi muqarar selain yang tahdid (batasan ujian), maka alangkah baiknya dibaca semuanya. Selain itu, kita harus fokus dalam membaca, maknanya kita tidak tergoda degan bacaan-bacaan yang lain. Agar tidak lupa bagian mana saja yang akan kita ringkas, maka perlu kita beri tanda. Yang paling penting adalah bisa menjaga waktu dan konsisten.
Memastikan bab-bab yang akan diringkas
Untuk bab-bab yang akan kita tuliskan tentunya harus dari sumber kitab-kitab yang mu’tamad, artinya tidak sembarangan sumber bisa kita masukkan dalam talkhisan. Jika kita menemukan dua pendapat yag berbeda, maka ambilah pendapat yang lebih berhati-hati. Dan kita pastikan bahwa semua keterangan duktur sudah masuk dalam bab-bab yang akan kita tuliskan.
Mendapatkan semua sumber ringkasan
Sumber-sumber yang akan kita masukkan dalam ringkasan bisa berasal dari keterangan-keterangan duktur saat muhadharah, kitab, teman, atau bacaan sendiri.
Setelah tahapan-tahapan sebelum meringkas terpenuhi, maka selanjutnya adalah tahapan saat menulis sebagai berikut:
Menulis dengan tangan sendiri.
Disaat meringkas kita akan menggunakan seluruh anggota badan kita untuk merekam, oleh sebab itu harus fokus. Ringkasan yang akan melekat di dalam ingatan kita adalah ringkasan yang dihasilkan dari tulisan tangan bukan ketikan komputer.
Mengenali macam-macam ringkasan.
-Bagan, yaitu ringkasan yang berbentuk kerangka yang berisikan judul, sub judul, bahsan tertentu yang dibagi dengan bagiannya secara garis besar.
-Tabel, yaitu ringksan yang menggunakan tabel sebgai pemisah antar judul, sub judul.
-Essai, yaitu ringkasan tanpa tabel maupun bagan yang artinya hanya berupa tulisan hasil salian dari kitab.
3. Memadukan sumber yang ada.
Setelah ringkasan selesai dituliskan semuanya, maka kita teliti ulang tulisan kita dengan sumbernya. Setelah itu kita padukan dengan ringkasan teman kita, agar bisa kita tambahkan maklumat baru yang mungkin belum kita tuliskan.
Membuat bagan dari ringkasan.
Langkah ini sangat penting karena dengan adanya bagan tersebut, maka kita akan mudah mengingatnya. Daya ingat otak seseorang lebih kuat merekam gambar daripada tulisan. Oleh sebab itu, sangat penting dalam membuat bagan.
Sumber: Cepi Mohammad Hamdi dari Ustadz Khalilurahman Zubadi dalam seminarnya.








Posting Komentar