Azhary Wasathy dalam acara Grand Opening
FORSEMA 2020
Oleh: Hengki Amsaleh
Grand Opening FORSEMA 2020 yang diselenggarakan Forum Silaturahim Senat Mahasiswa (Forsema) pada hari Sabtu (17/10) di Aula Pasanggrahan KPMJB, Bawwabat 3, Hayy ‘Asyir, dihadiri oleh Dekan Kuliah Fakultas Dirasat Islamiyah, Prof. Dr. Iwadh Ismail Abdullah.
Acara yang dimulai pukul 10 pagi tersebut dihadiri oleh para calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar Mesir 2020/2021, guna mengenal berbagai jurusan keagamaan yang ada di kampus Universitas Al-Azhar Cairo.
Acara ini merupakan hasil kerjasama antar senat mahasiswa yang tergabung dalam Forsema, diantaranya adalah SEMA-FDI, SEMA-FU, SEMA-FSI, dan SEMA-FBA.
SEMA-FDI berhasil mengundang Amid Kuliah Dirasat Islamiyah wa Arabiyyah, Prof. Dr. Iwadl Ismail Abdullah. Untuk memberikan motivasi dan dorongan semangat untuk mahasiswa baru. Selain menghadirkan Amid Kuliah, SEMA-FDI juga menghadirkan senior yang merupakan mahasiswa Pascasarjana, Ustadz Ahmad Satriawan, Lc.
Selain itu, SEMA-FU juga menghadirkan salah satu mahasiswa Pascasarjana, Ustadz Khalilurrahman, Lc.
Adapun SEMA-FSI dan SEMA-FBA menghadirkan Ustadz Abdul Fahmi, Lc dan Ustadzah Ikhda Khabibatur R, Lc. sebagai perwakilan dari masing-masing fakultas.
Urgensi acara ini untuk para camaba adalah karena mereka tentunya harus mengenal setiap jurusan keagamaan yang ada di Universitas Al-Azhar ini, sehingga mereka bisa menentukan pilihan dengan sebaik-baiknya tanpa adanya penyesalan di akhir.
Prof. Dr. Iwadl Ismail Abdullah menyampaikan tentang pentingnya wasathiyah sebagai sifat seorang azhary karena dengan adanya sifat washathy, maka para Azhary akan bisa menepis kelompok-kelompok irhabiyyah. Seorang Azhary yang wasathy ialah mereka yang memiliki pemahaman mendalam dalam agama, kemudian mengaplikasikan ilmunya dengan manhaj wasathy.
Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang pentingnya mempelajari bahasa Arab karena itu merupakan bahasa Al-Quran dan Hadits. Jika ingin memahami agama ini dengan baik, maka perbaiki terlebih dahulu kemampuan dalam bahasa Arab. Fakultas Dirasat Islamiyah menjadikan lughah sebagai asas, dan kemudian diimbangi dengan keilmuwan lainnya yang dibutuhkan dalam memahami agama ini.
Adapun Ustadz Ahmad Satriawan juga memberikan motivasi kepada para calon mahasiswa bahwasanya Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Al-Azhar ini akan mencetak seorang Azhary yang mausui.
Semoga kedepannya akan muncul generasi-generasi penerus Azhary yang mumpuni dalam bidangnya, mampu mengemban amanah Al-Azhar untuk umat islam di seluruh penjuru dunia. Aamiin. Wallahu a’lam.








Posting Komentar